Minggu, 13 Desember 2009

Info Sekolah Musik

Direktori sekolah musik Indonesia, baik formal maupun non-formal. Untuk menambahkan data pada direktori ini, kirim email data sekolah yang ingin ditambahkan ke admin@warungmusik.net This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

Perkuliahan Musik Indonesia PDF Print E-mail
Thursday, 18 December 2008 09:52

Institut Musik Daya Indonesia (IMDI)
Jl. Bangka Raya no 98,
Jakarta Selatan 12170
021-7191422
http://imdi-edu.org/

Universitas Pelita Harapan (UPH)
Conservatory Of Music

Karawaci, Tangerang
http://music.uph.ac.id/

Institut Musik Indonesia (IMI)
Jl. Polu Lentut no. 2,
Jakarta Timur 13920
021-4603747
http://www.imimusikonline.com/

Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Kampus A Gedung S, lantai 2
Jl. Rawamangun Muka
Jakarta 13220
021-47865811
http://www.unj.ac.id/fbs/smusik/kurikulum.html

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta

Jalan Parangtritis Km. 6.5 Sewon Bantul Yogyakarta Indonesia
0274-379133, 373659
http://www.isi.ac.id/

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali
Jln. Nusa Indah Denpasar 80235
0361-227316
http://www.isi-dps.ac.id/

Sekolah Musik Jakarta PDF Print E-mail
Thursday, 18 December 2008 10:18

LPM Farabi
Jl. Dharmawangsa XI No. 5
Kebayoran Baru
Jakarta 12160
021-7224407, 7226270, 722 0415
http://www.farabimusic.com/

Chic's Musik
Jalan Hanglekir Raya no. 14A
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
021-7252826

http://www.chicsmusik.com/

FAASTO Music School
Jl. Ciasem I No. 36
Kebayoran Baru, Jakarta 12160
Telp : 021-7210271
Fax : 021-7210272
www.faastomusicschool.com

Talent Music Studio
Kursus Piano, Vokal, Drum, Gitar dan Biola
Kav Polri Blok F 7 /1569
Jelambar Jakarta 11460
021-70792734 / 5686604
0813-1831-8621
e-mail: talentmusicstudio@gmail.com


www.warungmusik.net

Perkenalan pada tanjidor

Salah satu suku yang hidup di jakarta adalah suku betawi. Kata Betawi berasal dari kata "Batavia" yang merupakan nama Jakarta terdahulu. Suku Betawi lahir pada tahun 1923 yang diawali dengan pendirian Perkoempoelan Kaoem Betawi. Hal ini diketahui karena semasa penjajahan, Belanda termasuk bangsa yang rajin melakukan sensus, namun pada saat itu keberadaan Suku Betawi masih belum terdaftar di dalam sensus. Ternyata sebenarnya Suku Betawi sudah ada sebelumnya, namun belum terorganisir. Maka dengan ada nya Perkoempoelan Kaoem Betawi, keberadaaan Suku Betawi mulai diakui. Sejak saat itu Kesenian Orkes Tanjidor mulai berkembang seiring dengan eksistensi Perkoempoelan Kaoem Betawi.

Suku Betawi adalah perpaduan dari berbagai etnis seperti Jawa, Sunda, Melayu, Sumbawa, Ambon dan Tionghoa. Perpaduan tersebut terlihat jelas dalam dielek Betawi dan berbagai macam kesenian Betawi. Kesenian Betawi antara lain Gambang Kromong, Rebana, Keroncong Tugu dan Tanjidor. Gambang Kromo adalah seni musik yang masih memiliki kaitan dengan tradisi Tiongkok sedangkan Rebana berkaitan dengan seni musik Arab. Keterikatan ini ditunjukkan dalam bentuk instrument music dan nada yang kelurkan oleh instrument music tersebut. Kesenian Portugis adalah latar belakang munculnya Keroncong Tugu.

Tanjidor adalah Salah satu kekayaan Budaya Indonesia yang dimiliki secara khusus orang suku Betawi yang masih bernuansa Belanda. Namun ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Kesenian Portugal adalah yang melatar belakangi munculnya Tanjidor.Namun apabila kita mempertanyakan kapan sebenarnya Kesenian Tanjidor ini lahir? Maka jawabannya adalah pada saat penjajahan Belanda.Ternyata Kesenian Tanjidor lahir sebelum perbudakan dihapuskan sekitar akhir abad 18. Tanjidor awalnya dimainkan oleh Budak-budak Belanda. Ketika Belanda berkuasa, para pejabatnya memiliki rumah yang tersebar di sekitar Batavia. Maka para budak juga turut di tugaskan di sana. Dalam waktu senggang nya, para budak tersebut sering memainkan sebuah music di dalam sebuah kelompok.

Tanjidor adalah kesenian musik yang dimainkan oleh sekelompok orang. Maka sering disebut Orkes Tanjidor. Orkes Tanjidor berkembang sejak abad ke-19 di dalam setelah munculnya Perkoempolan Kaoen Betawi.

Tanjidor terdiri dari piston, trombon, tenor, klarinet, bas, dan tambur. Piston, tombon, tenor, klarinet dan bas adalah alat musik tiup, sendangkan tambur adalah alar musik pukul. Bila kita berkunjung ke Jakarta, khusus nya di daerah pemukiman suku Betawi, kita akan mendapati upacara perkawinan Betawi yang diiringi dengan Orkes Tanjidor.

Orkes tanjdor sering memainkan lagu-lagu rakyat seperti jali-jali. Selain perkawinan, beberapa acara yang umumnya dimeriahan oleh Orkes Tanjidor adalah khitanan, acara umum seperti memperingati kemerekaan Indonesia dan Tahun baru baik Masehi maupun Imlek. Pada acara tersebut Orkes tanjidor umumnya berkeliling sambil bermain musik yang sering disebut ngamen. Ngamen dilakukan dengan berjalan kaki tanpa alas kaki.

www.warungmusik.net

Music Era Abad 20 dan Kontemporer

Musik era abad ke 20 dimulai pada tahun 1900 hingga tahun 2000. Sedangkan music kontemporer dimulai pada tahun 1975 hingga sekarang. Dari tahun 1975 hingga 2000 adalah masa dimana music era abad 20 dan kontemporer berjalan berdampingan. Musik abad 20 diawali oleh Claude Debussy yang mengusung gaya impresionis. Para composer benua America memulai karirnya dibidang music dan berjaya seperti Charles Ives, John Alden Carpenter, dan George Gershwin. Masih ada juga Arnold Schoenberg yang lulusan akademi Vienna yang mengembangkan teknik 12 nada. Alat music yang digunakan pada era ini terus digunakan hingga sekarang.

Banyak sekali jenis music yang berkembang pada abad 20. Contohnya adalah aliran ekspresionisme dari Schoenberg, neoclassical dari Igor Stravinsky, aliran futurism dari Luigi Russolo, Alexander Mossolov, Prokoliev, Antheil. Selain musik-musik tersebut, masih ada aliran microtonal dari Julian Carillo, Alois Haba, Harry Partch, dan Ben Johnston. Lalu masih ada aliran sosialis dari Prokofiev, Gliere, Kabalevsky, dan composer dari Russia lainnya. Selanjutnya, Steve Reich dan Philip Glass mengusung music dengan harmony yang simple dan ritme minimalis. Musik bersifat konkrit dari Pierre Schaeffer dan music intitusif seperti Karlheinz Stochausen. Terakhir, ada music serialisme dari Pierre Boulez, music politik dari Luigi Nono, dan music aleatoric dari john Cage.

Di sisi lain, music kontemporer mengagungkan kesederhanaan. Tokoh terkenal dari aliran kesederhanaan ini adalah Wolfgang Rihm. Karya-karya dari Rihm sangat dihargai di Jerman. Karya-karya dari composer lain yang cukup dihargai adalah symphony no. 3 yang berjudul Symphony of Sorrowful songs dari Gorecki dan juga Cantus in memoriam Benjamin Britten dari Part. Selain itu, masih ada karya berjudul The Veil of the Temple dari Tavener dan juga Silent Songs dari Valentin Silvestrov.

Musik kontemporer bisa berasal dari segala tempat dan mempengaruhi gaya music lain. Contohnya adalah gamelan dari Indonesia, instrument tradisional dari Cina, dan juga ragas dari music klasik India. Jenis music seperti rock, jazz, dan juga pop sangatlah berkembang pesat. Hal ini mencatatkan banyak pencipta music yang berkualitas.

Pada era music kontemporer, banyak sekali festival music yang diselenggarakan untuk menghargai music. Sebut saja Ars Musica di Belgia, Bang on a Can marathon, Cabrillo Festival of Contemporary Music, Darmstadter Ferienkurse, dan Donaueschingen Festival. Selain itu, masih ada Gaudeamus Foundation music week di Amsterdam, Huddersfield Contemporary Music Festival, Peninsula Arts Contemporary Music Festival, dan Warsaw Autumn di Polandia. Masih banyak lagi festival film yang skalanya lebih kecil yang tidak bisa disebutkan. Perkembangan music kontemporer sangatlah pesat dan masih tidak ada tanda-tanda akan berakhir.

www.warungmusik.net

Musik Klasik di Indonesia

ndonesia memiliki berbagai lembaga pendidikan musik klasik seperti Yamaha Musik, Farabi, Sekolah Musik Jakarta, Institute Kesenian Jakarta. Perkembangan musik klasik tidak lepas dari sistem pendidikan musik klasik itu sendiri. Salah satu sistem pendidikan yang berhasil mengembangkan musik klasik di Indonesia adalah sistem pendidikan ABRSM (Assosiated Board of the Royal Schools Of Music) yang sering dikenal dengan sistem Royal. Sistem pendidikan musik Yamaha juga merupakan sistem pendidikan musik yang berhasil memberikan pendidikan musik klasik di Indonesia.
Saat ini, hanya segentir univeristas di Indonesia yang memiliki jurusan musik. Misalnya Universitas Pelita Harapan yang memilki jenjang pendidikan Sarjana di bidang Musik. Institute Seni Musik Jogyakarta adalah salah satu pendidikan formal tertua di Indonesia.

Beberapa Nama besar dalam perkembangan musik klasik di Indonesia adalah Ananda Sukarlan dan Trusutji Kamal. Siapakah beliau?

Ananda Sukarlan memulai perjalan musik nya pada umur 5 tahun. setelah lulus dari SMA kanisius tahun 1986, beliau memutuskan untuk kuliah di Jakarta Musik school. Ananda Sukarlan adalah seorang pianist yang tahan banting. Mental yang dimiliki beliau benar-benar mental seorang pemenang. betapa tidak, Beliau sempat kembali ke Indonesia karena Beasiswa beliau dari Petrof Piano dihentikan sebelum beliau lulus. kemudian pada saat Beliau telah berhasil mendapatkan beasiswa kedua dari pemerintah Belanda, beasiswa tersebut juga harus dihentikan karena kerjasama kultural antara Indonesia dan Belanda telah berakhir. Hal tersebut tidak menyurutkan semangat beliau untuk menjadi pianist handal. Beliau akhirnya menang pada sebuah kompetisi piano dan mendapatkan dana untuk digunakan sebagai biaya hidup selama 8 bulan.Mulai saat itu berbagai penghargaan dan prestasi nasional berhasil beliau raih. Beliau termasuk pianist yang produktif dalam memberikan seminar, mengadakan konser dan menggubah lagu.

Trisutji Kamal adalah seorang pianist dan composer kelahiran Jakarta. Beliau lahir di dalam lingkungan musik dengan latar belakang orang tua yang memahami biola. Beliau tumbuh di Sumatra Utara di dalam budaya Malasia. Pada saat berumur 7 tahun Beliau memulai perjalanan musiknya. Sejak awal pejalannya, bakat beliau dalam mengubah lagu sudah sangat terlihat. Dalam usianya yang relatif muda, Beliau menempuh berbagai pendidikan di konsevatori musik Eropa. Dalam perjalanan pendidikannya, banyak komposisi beliau dimainkan di Roma, Vienna, Moscow dan Prague.Akhirnya Beliau lulus dari conservatory Santa Cecilia Roma dengan konsentrasi Piano, komposisi dan akustik musik. Beliau akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1967 dan mulai aktif dalam dunia musik Indonesia dengan mengadakan pertunjukan, memberikan kuliah di berbagai institusi musik dan berbagai kegiatan musik lainnya. Sumbangsih beliau untuk musik tradisional Indonesia nampak dengan berdirinya "Trisutji Kamal Ensemble" yang merupakan gabungan antara piano duo dan Gamelan Bali pada tahun 1995.

www.warungmusik.net

antara jazz dan klasik

Apakah musik jazz dan klasik terpisah jauh? Ini merupakan pertanyaan klasik di benak banyak orang. Dengan jazz yang identik dengan kebebasan berimprovisasi dan klasik yang identik dengan memainkan musik yang tertulis di kertas. Sebetulnya mengidentifikasikan kedua jenis musik tersebut seperti itu kurang tepat, karena keduanya memiliki pendalaman yang lebih jauh dari sekedar improvisasi dan membaca not balok. Sebetulnya jazz dan klasik tidak dapat dipisahkan. Apalagi jika kita melihat sejarah perjalanan musiknya. Kita mengetahui bagaimana musik klasik dari eropa berbenturan dengan blues dari afrika, di atas “wajan” benua amerika.

Banyak musisi yang masih berada di dalam pelatihan formal merasa takut untuk menyebrang ke dua dunia itu. Katakanlah Fero, pianis klasik yang juga belajar trumpet. Ia mengalami ketakutan saat belajar jazz, ia akan kehilangan feel klasiknya, karena gaya permainan jazz yang swinging dan laid back. Namun tidak semuanya seperti itu, pianis/vokalis jazz Deviana Daudsjah adalah lulusan piano klasik dan bukan jazz.

Banyak musisi yang tidak segan untuk berkecimpung di kedua dunia itu jazz dan klasik, dengan mengetahui dan menyadari bahwa hal itu membutuhkan komitmen yang luar biasa agar bisa menjalankan keduanya dengan baik.

Kreatifitas Dalam Proses Komposisi

nspirasi hanyalah isapan belaka. Hal ini dikatakan oleh Florian Ross, seorang komposer jazz asal Jerman, dalam workshop komposisi jazz selama 5 hari dalam rangkaian acara Serambi Jazz di Goethe Institute, Menteng. Menurut Florian, proses kreatif dalam menulis komposisi tidak bisa mengandalkan inspirasi, melainkan melalui proses bekerja dengan material yang kita kumpulkan. Ia menambahkan, melodi yang indah dalam sebuah komposisi tidak akan datang begitu saja dari langit, melainkan harus diciptakan. Latihan yang disarankan oleh florian adalah, sering mengumpulkan cuplikan-cuplikan ide dalam buku sketsa notasi. Bisa berupa melodi 1 bar, kumpulan pitch, maupun pola ritmik, lalu mengutak-ngatik dan mengolahnya untuk mencari materi yang kita suka. Dari situlah kita membangun sebuah komposisi. Part 1, bagian selanjutnya akan datang.
sumber:www.warungmusik.net

Musisi Dan Eksistensi Online

Teknologi harus dimanfaatkan! Di saat musisi berkarya dan ingin karyanya didengar banyak orang, sementara media mainstream tidak mendukung, di sinilah marketing ala DIY (do it yourself) berperan. Facebook, Myspace, Twitter, Blog, serta Youtube adalah tools yang amat sangat efektif di dunia masa kini. para pengguna internet sekarang lebih banyak meluangkan waktunya di depan layar komputer daripada layar televisi. Anda musisi? Atau punya band? Mulai kampanye online dari sekarang, dan anda akan menuai hasilnya nanti! Mulai dari mana?

Myspace, adalah situs jejaring wajib bagi musisi. Walau popularitasnya sebagai social networking site menurun akibat naiknya Facebook, namun Myspace Music masih menjadi tempat pendengar musik mencari musisi favoritnya. Hampir setiap musisi yang saya kenal memiliki akun Myspace. Mengapa Myspace? Karena tampilan lamannya yang sederhana dan cocok bagi musisi. Ada music player untuk 10 judul lagu anda, tabel jadwal, profil, dan semunya dapat di-customize sesuai kebutuhan. Klik http://www.myspace.com

Youtube, situs video streaming yang sudah menjadi situs pencarian video utama di jagad internet. Mulai sekarang, rekamlah penampilan anda dalam bentuk video dan upload ke Youtube. Manage akun anda dengan baik, pilih tag yang sesuai untuk setiap video anda, berikan judul yang deskriptif, maka anda akan mendapat hits yang cukup banyak, tidak hanya dari Indonesia, tapi dari seluruh dunia. Klik http://www.youtube.com

Facebook, situs jejaring sosial yang usernya sudah sangat banyak di seluruh dunia dan terus bertambah ini mengandalkan live feed kepada dunia situs sosial. Hal ini memungkinkan para usernya untuk mendapat update dari user lain secara otomatis. Di Facebook anda juga bisa menciptakan laman khusus untuk event anda dan mengirim undangan secara online kepada para user, menjadikannya tool yang powerful untuk mempromosikan diri. Klik http://www.facebook.com

Twitter (saya sendiri baru mulai menggunakan), situs micro-blogging yang saat ini sedang naik popularitasnya. Twitter memiliki konsep live feed antara user, yang fokus hanya kepada kalimat-kalimat pendek (status). Anda atau band anda dapat terus mengupdate para pendengar dan fans anda secara cepat dan sangat praktis. Jika anda memiliki banyak follower di Twitter, kemungkinan besar event anda akan selalu ramai penonton. Klik http://www.twitter.com

Blog, bagi saya blog adalah merupakan rumah di dunia maya. Anda dapat menaruh semua pengumuman, update, dan berbagai tulisan anda di blog dan mendapat hits dari berbagai sumber, salah satu yang pasti adalah dari Google search. Jika seseorang kebetulan melakukan search band anda atau nama anda, dengan adanya blog anda, orang itu akan terarah ke sana. Mengapa blog? karena setting up yang sangat praktis. Anda bisa memiliki situs dalam hitungan menit saja karena tempat blog gratisan seperti wordpress adalah merupakan CMS (Content Management System) yang sangat mudah digunakan, bahkan oleh pengguna yang masih baru. Beberapa pilihan untuk blogging secara gratis, http://www.wordpress.com, http://www.blogger.com. Jika nanti anda sudah fasih menggunakan CMS, anda bisa setup blog dengan hosting sendiri, dan menggunkan domain anda sendiri. Insya Allah di masa depan saya akan tulis beberapa tutorial untuk wordpress.

Jadi, tunggu apa lagi? Manfaatkan teknologi dan promosikan diri anda sekarang!

Sumber: www.warungmusik.net